Peringati Hari Kartini, Rapat Pleno PKK Pundungsari Sosialisasikan Program KIAT dan Waspada Bahaya TPPO
- Apr 28, 2026
- Abdul Rohman
- Sosial kemasyarakatan
TEMPURSARI – Memperingati momentum Hari Kartini tahun 2026, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, menggelar Rapat Pleno rutin di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Pundungsari pada Selasa (28/4/2026). Dimulai sejak pukul 09.00 WIB, acara tahunan ini tidak hanya diisi dengan evaluasi program kerja, tetapi juga membawa misi penting terkait pelindungan perempuan dan keluarga dari ancaman kejahatan transnasional.
Pada pleno kali ini, TP PKK Desa Pundungsari memberikan perhatian khusus pada kampanye Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT). Sosialisasi ini bertujuan untuk membentengi keluarga-keluarga di desa dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang belakangan ini modusnya semakin marak bermunculan melalui penipuan lowongan kerja secara online.
Dalam forum tersebut, para kader dan masyarakat yang hadir diedukasi untuk lebih berhati-hati dan kritis dalam menerima tawaran pekerjaan, terutama iming-iming gaji besar untuk bekerja ke luar negeri yang disebarkan melalui media sosial. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek legalitas agen penyalur tenaga kerja melalui instansi pemerintah terkait agar tidak menjadi korban eksploitasi.
Nurika Hamidah, salah satu pengurus TP PKK Desa Pundungsari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif edukasi dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini ini. Menurutnya, pemberdayaan perempuan saat ini juga berarti membekali mereka dengan pengetahuan untuk melindungi diri dan keluarganya.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Rapat pleno dan peringatan Hari Kartini tahun ini terasa lebih bermakna karena kita tidak sekadar seremonial, tapi juga turun langsung mengedukasi ibu-ibu tentang bahaya TPPO dan pentingnya program KIAT. Sebagai perempuan dan ibu, kita adalah garda terdepan untuk mencegah anggota keluarga kita tergiur penipuan kerja online yang berujung pada perdagangan manusia," tegas Nurika.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Desa Pundungsari berharap semangat emansipasi dan kecerdasan yang diwariskan oleh R.A. Kartini dapat terus hidup dalam diri perempuan desa. Dengan literasi yang baik terkait modus-modus kejahatan online dan perdagangan orang, diharapkan tercipta ketahanan keluarga yang kuat di Desa Pundungsari sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban penipuan kerja di luar negeri.